Mengenai Saya

Foto Saya
Saya suka seni, seni musik, alat musik, Bass. suka punya banyak sahabat sahabat yang banyak suka juga menulis, tapi mungkin sulit dipahami saya suka mencari hal yang saya suka..,

Pengikut

Rabu, 16 Februari 2011

Proposal TA CSR Bab 3

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian dan Metode Analisis
Bagian ini menggambarkan perencanaan yang akan dilakukan dalam riset dan mengacu pada masalah yang telah ditetapkan sebelumnya. Malhotra dalam Istijanto (2005) mendefinisikan desain riset sebagai suatu kerangka kerja atau cetak biru (blueprint) yang merinci secara detail prosedur yang diperlukan untuk memperoleh informasi guna menjawab masalah riset dan menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi pengambilan keputusan.
Desain riset yang digunakan dalam penelitian ini adalah riset deskriptif. Menurut Istijanto (2005), riset desktiptif merupakan jenis riset yang tujuan utamanya adalah menggambarkan sesuatu. Dalam hal ini, penulis bertujuan menggambarkan kegiatan CSR perusahaan (variabel independen) dan minat beli terhadap produknya (variabel dependen), serta melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.
Menurut Istijanto (2005) analisis merupakan tindakan mengolah data hingga menjadi informasi yang bermanfaat dalam menjawab masalah riset (research question). Menentukan metode analisis haruslah sesuai dengan desain riset yang digunakan. Penulis menggunakan riset deskriptif maka metode analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif. Sesuai dengan arti kata “kuantitatif”, yakni mengandung makna bilangan atau angka, analisis kuantitatif mencoba mengolah data menjadi informasi dalam wujud angka. Oleh karena itu, hasil riset ini akan berupa angka – angka yang menggambarkan atau menjelaskan research question.
3.2 Prosedur Penelitian
Menurut istijanto (2005), ada sepuluh tahap dalam riset pemasaran, yaitu: Penetapan masalah riset, penentuan desain riset, penetapan metode pengumpulan data, perancangan alat analisis, penetapan metode pengambilan sampel, penulisan dan penyampaian proposal riset, pengumpulan data, pengeditan; pengkodean dan penginputan data, analisa dan pengiterpretasian hasil riset, penulisan dan penyampaian laporan akhir. Berdasarkan pada teori ini, peneliti menyesuaikan prosedur penelitian yang akan peneliti lakukan. Berikut ini merupakan prosedur penelitian yang akan peneliti lakukan:











Gambar 2: Prosedur Penelitian
Sumber: Olah pikir penulis
Pada tahap pertama penulis melakukan pencarian topik, disini penulis mencari fenomena – fenomena yang terjadi di dunia pemasaran belakangan ini. Penulis membaca berbagai macam jurnal, majalah, blog tentang pemasaran. Setelah mendapatkan topik penelitian yang akan dilakukan, kemudian penulis menetapkan masalah dengan dibarengi proses penetapan judul penelitian.
Selanjutnya penulis melakukan studi pustaka, hal ini dilakukan untuk mencari bahan – bahan yang berhubungan dengan topik penelitian yang akan diteliti. Selagi mencari bahan – bahan, dalam hal ini penulis juga menentukan desain riset, metode pengumpulan data, dan metode pengambilan sampel, dan metode analisis data dalam penelitian yang akan dilakukan.
Penulis melanjutkan usahanya dengan membuat proposal kepada jurusan untuk mendapatkan pembimbing setelah semuanya menjadi lebih jelas. Setelah proposal disetujui oleh pembimbing, tahap selanjutnya adalah pembuatan kuesioner. Pertanyaan atau pernyataan yang termuat dalam kuesioner adalah hasil dari operasionalisasi variabel yang telah dilakukan sebelumnya.
Tahap selanjutnya adalah melakukan pilot test terhadap kuesioner yang dibuat sehingga pada saat pengolahan data, hasil yang di dapatkan akan benar – benar sesuai dengan apa yang diinginkan peneliti. Setelah melakukan pilot test dan terjadi kesalahan maka harus ada tahap revisi terhadap pertanyaan dan pernyataan dalam kuisioner, jika tidak ada kesalahan maka penulis melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu penyebaran kuisioner kepada responden yang telah ditentukan jumlahnya. Langkah selanjutnya adalah mengolah dan menganalisa sampai dengan menginterpretaskan hasil pengambilan data. Langkah terakhir adalah menyusun hasil riset dalam bentuk laporan dan menyampaikannya pada sidang tugas akhir.
3.3 Jenis Data dan Teknik Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan adalah data yang bersifat primer dan kuantitatif. menurut istijanto (2005) pengertian dari data primer adalah data asli yang dikumpulkan oleh periset untuk menjawab masalah risetnya secara khusus. Sedangkan, data kuantitatif adalah data yang bersifat terstruktur atau berpola sehingga ragam data yang diperoleh dari sumbernya cenderung memiliki pola yang lebih mudah di baca periset.
Metode pengambilan data dilakukan dengan cara survey, yaitu dengan mengumpulkan informasi melalui kuesioner yang terstruktur. Menurut Istijanto (2005) survei bertujuan untuk meliput banyak orang sehingga hasilnya dapat dipandang mewakili populasi atau merupakan generalisasi.
3.4 Populasi dan Sampel
1. Populasi merupakan sekumpulan satuan analisis yang didalamnya terkandung informasi yang ingin diketahui (Simamora:2004). Hal itu senada dengan yang diungkapkan Istijanto (2005) bahwa populasi merupakan jumlah keseluruhan yang mencakup semua anggota yang diteliti. Populasi yang diteliti pada penelitian ini adalah seluruh konsumen sepeda motor Honda yang berada di Bandung.
2. Setelah ditentukan populasi, maka langkah selanjutnya adalah menentukan sampel. Menurut Istijanto (2005) sendiri pengertian dari sampel adalah sebagai suatu bagian yang ditarik dari populasi. Dengan mempelajari sampel, maka kesimpulan-kesimpulan tentang sampel diharapkan menjadi kesimpulan-kesimpulan tentang populasi. Sampel diambil dari populasi harus bisa mewakili (representative) populasi.
3.4.1 Ukuran Sampel
Dalam penelitian ini peneliti mengambil jumlah berdasarkan jenis Test-Marketing studies (Malholtra:2004), jumlah minimal yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 200 orang seperti dapat dilihat dalam tabel berikut ini :
Table 1 : Sample Size Used in Marketing Research Studies
Sampel Size Used in Marketing Research Studies
Type of Studies Minimum Size Typical Range
Problem Identification Research 500 1000-2500
Problem Solving Research 200 300-500
Product Test 200 300-500
Test-Marketing Studies 200 300-500
TV Radio/Print Advertising 150 200-300
Test-Market Audit 10 Stores 10-20 Stores
Focus Group 6 Groups 10-15 Groups
Sumber : Maholtra (2004)



3.4.2 Teknik Sampling
Teknik sampling yang akan digunakan adalah non-probability sampling dengan salah satu metodenya, convenience sampling sebagai teknik pengambilan sample. Menurut Istijanto (2005) dalam non-probability sampling, artinya tidak memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur-unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sample, sehingga anggota populasi dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu atau alasan kemudahan saja. Masih menurut Istijanto (2005), dalam convenience sampling periset menarik anggota populasi berdasarkan kemudahannya ditemui atau ketersediaan anggota populasi tertentu saja.
3.5 Instrumen Penelitian
Setelah jenis data beserta metode pengumpulannya ditetapkan dengan jelas, langkah selanjutnya adalah merancang kuesioner. Kuesioner merupakan daftar pertanyaan yang akan digunakan oleh periset untuk memperoleh data dari sumbernya secara langsung melalui proses konmunikasi dengan mengajukan pertanyaan (Istijanto, 2005).
3.6 Desain Kuesioner
Dalam perancangan kuesioner, periset perlu memperhatikan layout atau format kuesioner yang baik supaya memotivasi responden untuk menjawab. Menurut Istijanto (2005:76) pada dasarnya, kuesioner memuat empat bagian, yaitu:
1. Pengantar yang menjelaskan tujuan riset, identitas periset, cara menjawab, dan permohonan kepada responden untuk berpartisipasi dalam riset.
2. Pertanyaan-pertanayaan yang berkaitan dengan karakteristik responden atau identitas responden.
3. Pertanyaan-pertanyaan utama yang berisi daftar pertanyaan yang berhubungan dengan masalah riset.
4. Penutup yang berisi ucapan terimakasih dan/atau cara mengembalikan kuesioner.
Skala yang digunakan dalam pernyataan bagian pertama dan kedua adalah skala Likert. Penggunaan skala Likert alasannya adalah kesederhanaan bentuk dan waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan serta pengukuran relatif singkat. Alat ukur tersebut menggunakan skala 1 sampai dengan 5, seperti dalam tabel berikut ini:
Tabel 2: Penilaian Skala Likert
Jawaban Bobot Nilai
Sangat Setuju 5
Setuju 4
Netral 3
Tidak Setuju 2
Sangat Tidak Setuju 1
Sumber: Olah pikir penulis

3.7 Metode Analisis Statistik
3.7.1 Analisis Deskriptif Frekuensi
Analisis deskriptif juga digunakan untuk menghitung rata – rata (mean) dan standar deviasi dari jawaban responden agar kita dapat melihat gambaran atas fenomena yang sebenarnya terjadi. Menurut Istijanto (2005:95) menerangkan bahwa analisis deskriptif bertujuan mengubah kumpulan data mentah menjadi mudah dipahami dalam bentuk informasi yang lebih ringkas.
Mean adalah nilai rata – rata dari hasil observasi terhadap suatu variabel dan merupakan jumlah dari seluruh hasil observasi dibagi dengan jumlah observasinya (Istijanto, 2005, hal 95). Rumus hitung untuk mean adalah:

Standar deviasi adalah simpangan baku dari data hasil observasi terhadap suatu variabel. Berikut ini adalah rumus hitung untuk standar deviasi:

3.7.2 Analisa Pembanding (Compare Means)
Penulis juga melakukan analisa perbedaan untuk melihat perbedaan pandangan dari masing – masing karakteristik responden yang telah ditetapkan. Metode yang digunakan untuk menganalisa perbedaan dari segi jenis kelamin adalah metode independent sampel test. Independen sample test digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan rata – rata antara dua kelompok sampel yang tidak berhubungan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar